Debat Kandidat Ketua ISADA 2026, Empat Calon Sampaikan Visi dan Misi
Debat Kandidat Ketua ISADA, Santri Syahida Sampaikan Visi dan Misi Menuju Kepengurusan 2026–2027
Sebelum pelaksanaan Pemilihan Umum Pengurus Ikatan Santri Syahida (ISADA) Masa Khidmat 2026–2027, Pesantren Modern Syahida menggelar debat kandidat calon Ketua ISADA. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian Pemilu ISADA sekaligus menjadi kesempatan bagi para kandidat untuk menyampaikan gagasan, visi, dan misi mereka di hadapan para santri.
Debat kandidat berlangsung dengan suasana serius namun tetap penuh semangat. Layaknya sebuah pemilihan umum, masing-masing kandidat diberikan kesempatan untuk memperkenalkan gagasan serta menyampaikan visi dan misi yang akan menjadi arah perjuangan mereka apabila dipercaya memimpin ISADA.
Untuk kandidat putra, terdapat dua calon yang mengikuti kontestasi. Kandidat nomor urut 1, Raditya Juniar Firdaus, dan kandidat nomor urut 2, Rade Aulia Putra Purnama, menyampaikan visi dan misi masing-masing di hadapan para santri. Keduanya menawarkan gagasan dan program yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan santri serta perkembangan organisasi ISADA.
Sementara itu, dari kandidat putri, tampil nomor urut 1, Elinda Puspita Fajarani, dan nomor urut 2, Shafira Naylatunnisa. Masing-masing kandidat menyampaikan visi, misi, serta gagasan yang menjadi dasar pencalonan mereka sebagai Ketua ISADA Masa Khidmat 2026–2027.
Debat kandidat ini tidak sekadar menjadi ajang penyampaian program kerja, tetapi juga menjadi sarana bagi para santri untuk mengenal lebih dekat karakter, cara berpikir, serta komitmen masing-masing calon pemimpin. Para kandidat dituntut untuk mampu menyampaikan gagasan dengan percaya diri, santun, dan bertanggung jawab.
Suasana debat semakin menarik ketika para kandidat menyampaikan pandangan mereka mengenai bagaimana ISADA dapat menjadi wadah yang lebih aktif dalam mendukung kegiatan santri, meningkatkan kedisiplinan, membangun kebersamaan, serta menciptakan lingkungan pesantren yang positif dan inspiratif.
Antusiasme para santri terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka menyimak berbagai visi dan misi yang disampaikan sebagai bahan pertimbangan sebelum menentukan pilihan dalam Pemilu ISADA 2026.
Melalui debat kandidat ini, Pesantren Modern Syahida tidak hanya memberikan ruang bagi para santri untuk memilih pemimpin organisasinya, tetapi juga memberikan pengalaman demokrasi secara langsung di lingkungan pesantren. Para santri belajar bahwa menjadi seorang pemimpin membutuhkan visi yang jelas, keberanian menyampaikan gagasan, kemampuan mendengarkan, serta kesiapan untuk mengemban amanah.
Debat kandidat kemudian menjadi salah satu momentum penting menuju pelaksanaan Pemilihan Ketua ISADA Masa Khidmat 2026–2027. Setelah mendengarkan visi dan misi seluruh kandidat, para santri akan menentukan pilihan sesuai dengan hati nurani dan pertimbangan terbaik demi keberlanjutan organisasi ISADA di Pesantren Modern Syahida.
Siapapun yang terpilih nantinya, kemenangan bukan hanya milik seorang kandidat, tetapi menjadi awal dari sebuah amanah untuk bersama-sama membangun ISADA yang lebih aktif, solid, kreatif, dan memberikan manfaat bagi seluruh santri.