Pemilihan Umum Pengurus ISADA Syahida Masa Khidmat 2026–2027 Resmi Digelar
Tangerang, 28 Agustus 2026 — Pesantren Modern Syahida menggelar Pemilihan Umum Pengurus Ikatan Santri Syahida (ISADA) Masa Khidmat 2026–2027 pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran kepemimpinan, demokrasi, dan tanggung jawab organisasi bagi para santri.
Pelaksanaan Pemilihan Pengurus ISADA Syahida 2026–2027
Kegiatan pemilihan pengurus ISADA ini bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan organisasi santri. Lebih dari itu, pemilihan Pengurus Ikatan Santri Syahida (ISADA) Masa Khidmat 2026–2027 menjadi bagian penting dari proses pendidikan kepemimpinan di lingkungan Pesantren Modern Syahida.
Hal ini sejalan dengan peran pesantren sebagai lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, dan akhlak santri.
Acara diawali dengan sambutan KH. Tajuddin Mahfudz selaku Pengasuh Pesantren Modern Syahida, didampingi Ibu Pengasuh, Hj. Ida Farida, S.H., serta Direktur Pesantren, Mamat Rohimat, M.Pd.
Dalam sambutannya, KH. Tajuddin Mahfudz memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh santri agar mengikuti proses pemilihan dengan penuh tanggung jawab, kedewasaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran.
Pemilihan ISADA Syahida 2026: Belajar Demokrasi dan Kepemimpinan
Pemilihan Umum ISADA menjadi momentum bagi para santri untuk belajar secara langsung mengenai proses demokrasi. Mulai dari menentukan pilihan, menghargai perbedaan, menerima hasil pemilihan, hingga belajar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, santri tidak hanya memperoleh pembelajaran secara teori di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata dalam berorganisasi, berkomunikasi, mengambil keputusan, dan bekerja sama.
Organisasi ISADA menjadi salah satu wadah bagi santri Pesantren Modern Syahida untuk mengembangkan berbagai potensi, seperti kepemimpinan, komunikasi, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi para santri dalam membentuk karakter dan mempersiapkan diri untuk berkontribusi di tengah masyarakat pada masa mendatang.
Menyiapkan Pemimpin Masa Depan
Pemilihan Pengurus ISADA Masa Khidmat 2026–2027 menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di Pesantren Modern Syahida tidak hanya berorientasi pada aspek akademik dan keagamaan, tetapi juga memberikan ruang bagi santri untuk belajar menjadi seorang pemimpin.
Setiap santri diberikan kesempatan untuk mengambil peran, menyampaikan aspirasi, menentukan pilihan, dan belajar bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah dibuat.
Dari lingkungan pesantren inilah diharapkan lahir generasi muda yang memiliki iman, ilmu, akhlak, kemandirian, serta jiwa kepemimpinan.
Pemimpin masa depan tidak lahir secara instan. Ia dibentuk melalui proses panjang, pengalaman, keteladanan, kedisiplinan, serta kesempatan untuk belajar memimpin sejak dini. Karena itu, Pemilihan Umum ISADA 2026–2027 menjadi salah satu bagian penting dari proses pendidikan tersebut.
Dari Pesantren untuk Masa Depan
Melalui ISADA, para santri belajar bahwa kepemimpinan bukan sekadar memiliki jabatan, tetapi tentang bagaimana seseorang mampu menjalankan amanah, melayani, menjadi teladan, dan membawa perubahan positif bagi lingkungan di sekitarnya.
Semangat kebersamaan dan sportivitas yang dibangun dalam proses pemilihan diharapkan terus terjaga hingga terbentuk kepengurusan ISADA Masa Khidmat 2026–2027 yang mampu menjalankan program kerja dengan baik dan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan santri di Pesantren Modern Syahida.
Pesantren Modern Syahida percaya bahwa pendidikan kepemimpinan harus dimulai sejak dini. Dari santri hari ini, dipersiapkan pemimpin masa depan yang berilmu, berakhlak, amanah, dan mampu memberikan manfaat bagi umat dan bangsa.